Laman

Selasa, 15 Juni 2010

tugas UTS kosmografi

A. TATA KORDINAT DALAM KOSMOGRAFI
  1. Tata Kordinat Horison
  •    Untuk Mengetahui letak suatu benda langit ( azimut dan tinggi bintang)
  •    Dasar penentuan titik kaki bintang (TKB) dari lingkaran horizon  ( besar azimut)
  •    Pada materi ini azimut ditetapkan berpangkal dari titik utara   menuju/melalui titik    Timur (ada    juga azimut yang         berpangkal dari Selatan ke arah Barat)



      2. Tata Kordinat Ekuator
  •    Pada tata koordinat horizon,  tinggi dan azimut bintang selalu berubah, tergantung kepada         letak dan waktu
  •    Pada tata koordinat equator, AR dan deklinasi sebuah bintang selalu tetap
  •     Waktu patokannya adalah tgl  21 Maret ( Titik Aries)
  •     Ada beberapa istilah  ada pada tata koordinat equator seperti : Titik Kulminasi,          deklinasi,titik Aries, ascensio recta (AR) dll.
      
        3. Tata Krordinat Eliptika
  •     The Earth moves around the Sun in an orbital plane.
  •     The orbital plane‘s projection onto the celestial sky defines  the Zodiac
  •     24h sidereal time corresponds to 24h+24/365h

B. Istlah-istilah Dalam Kosmografi
  
Planet
Adalah benda langit yang mengelilingi bintang sebagai pusat tata surya. Planet tidak dapat menghasilkan cahaya sendiri namun dapat memantulkan cahaya. Planet yang dekat     dengan bumi dapat kita lihat setiap hari dengan mata telanjang seperti planet venus yang disebut orang sebagai bintang fajar.
  
Asteroid
Merupakan Planet – planet kecil yang berada diantara orbit Mars dan orbit Jupiter atau benda berukuran lebih kecil daripada planet, tetapi lebih besar daripada meteoroid, umumnya terdapat di bagian dalam Tata Surya (lebih dalam dari orbit planet Neptunus).

 Meteorit
        adalah benda-benda di luar angkasa dengan kecepatan yang cepat. Jumlah meteorit di angkasa raya tidak terhitung karena sangat banyak dengan berbagai bentuk, jenis, bahan kandungan, warna, sifat dan sebagainya.Batuan meteorid yang masuk ke atmosfir bumi dan menghasilkan jejak cahaya



Komet
  Benda langit yang mengorbit matahari dengan lintasan yang sangat lonjong
  Komet juga dikenal dengan nama Bintang berekor

  Ekor komet selalu menjauhi matahari 



C. Teori Terbebntuknya Galaksi..
  •  Hipotesis Nebula
Hipotesis nebula pertama kali dikemukakan oleh Emanuel Swedenborg (1688-1772)[1] tahun 1734 dan disempurnakan oleh Immanuel Kant (1724-1804) pada tahun 1775. Hipotesis serupa juga dikembangkan oleh Pierre Marquis de Laplace[2] secara independen pada tahun 1796. Hipotesis ini, yang lebih dikenal dengan Hipotesis Nebula Kant-Laplace, menyebutkan bahwa pada tahap awal, Tata Surya masih berupa kabut raksasa. Kabut ini terbentuk dari debu, es, dan gas yang disebut nebula, dan unsur gas yang sebagian besar hidrogen. Gaya gravitasi yang dimilikinya menyebabkan kabut itu menyusut dan berputar dengan arah tertentu, suhu kabut memanas, dan akhirnya menjadi bintang raksasa (matahari). Matahari raksasa terus menyusut dan berputar semakin cepat, dan cincin-cincin gas dan es terlontar ke sekeliling matahari. Akibat gaya gravitasi, gas-gas tersebut memadat seiring dengan penurunan suhunya dan membentuk planet dalam dan planet luar. Laplace berpendapat bahwa orbit berbentuk hampir melingkar dari planet-planet merupakan konsekuensi dari pembentukan mereka.[3]

  • Hipotesis Planetisimal
Hipotesis planetisimal pertama kali dikemukakan oleh Thomas C. Chamberlin dan Forest R. Moulton pada tahun 1900. Hipotesis planetisimal mengatakan bahwa Tata Surya kita terbentuk akibat adanya bintang lain yang lewat cukup dekat dengan matahari, pada masa awal pembentukan matahari. Kedekatan tersebut menyebabkan terjadinya tonjolan pada permukaan matahari, dan bersama proses internal matahari, menarik materi berulang kali dari matahari. Efek gravitasi bintang mengakibatkan terbentuknya dua lengan spiral yang memanjang dari matahari. Sementara sebagian besar materi tertarik kembali, sebagian lain akan tetap di orbit, mendingin dan memadat, dan menjadi benda-benda berukuran kecil yang mereka sebut planetisimal dan beberapa yang besar sebagai protoplanet. Objek-objek tersebut bertabrakan dari waktu ke waktu dan membentuk planet dan bulan, sementara sisa-sisa materi lainnya menjadi komet dan asteroid.

  • Hipotesis Pasang Surut Bintang
Hipotesis pasang surut bintang pertama kali dikemukakan oleh James Jeans pada tahun 1917. Planet dianggap terbentuk karena mendekatnya bintang lain kepada matahari. Keadaan yang hampir bertabrakan menyebabkan tertariknya sejumlah besar materi dari matahari dan bintang lain tersebut oleh gaya pasang surut bersama mereka, yang kemudian terkondensasi menjadi planet.[3] Namun astronom Harold Jeffreys tahun 1929 membantah bahwa tabrakan yang sedemikian itu hampir tidak mungkin terjadi.[3] Demikian pula astronom Henry Norris Russell mengemukakan keberatannya atas hipotesis tersebut.[4]

  • Hipotesis Kondensasi
Hipotesis kondensasi mulanya dikemukakan oleh astronom Belanda yang bernama G.P. Kuiper (1905-1973) pada tahun 1950. Hipotesis kondensasi menjelaskan bahwa Tata Surya terbentuk dari bola kabut raksasa yang berputar membentuk cakram raksasa.

  • Hipotesis Bintang Kembar
 Hipotesis bintang kembar awalnya dikemukakan oleh Fred Hoyle (1915-2001) pada tahun 1956. Hipotesis mengemukakan bahwa dahulunya Tata Surya kita berupa dua bintang yang hampir sama ukurannya dan berdekatan yang salah satunya meledak meninggalkan serpihan-serpihan kecil. Serpihan itu terperangkap oleh gravitasi bintang yang tidak meledak dan mulai mengelilinginya


D. Alat-alat Kosmografi, Planeterium dan Bosscha
a) Planeterium
Adalah suatu gedung teater untuk memperagakan simulasi susunan bintang dan benda-benda langit. Atap gedung biasanya berbentuk kubah setengah lingkaran. Di planetarium, penonton bisa belajar mengenai pergerakan benda-benda langit di malam hari dari berbagai tempat di bumi dan sejarah alam semesta. Planetarium berbeda dari observatorium. Kubah planetarium tidak bisa dibuka untuk meneropong bintang.
b) Teleskop
Adalah instrumen pengamatan yang berfungsi mengumpulkan radiasi elektromagnetik dan sekaligus membentuk citra dari benda yang diamati. Teleskop merupakan alat paling penting dalam pengamatan astronomi. Jenis teleskop (biasanya optik) yang dipakai untuk maksud bukan astronomis antara lain adalah transit, monokular, binokular, lensa kamera, atau keker. Teleskop memperbesar ukuran sudut benda, dan juga kecerahannya.
c) World Wide Telescope dari Microsoft
Merupakan piranti lunak yang diciptakan untuk para peneliti dan masyarakat umum yang memiliki minat terhadap astronomi. Para peneliti atau pengunjung Bosscha bisa menikmati tata surya, planet, dan galaksi hasil bidikan teleskop terbaik di dunia seperti Hubble, Observatorium sinar X Candra serta lainnya.
d) Observatorium Boscha
Dengan adanya layanan seperti ini, data pengamatan bisa langsung dilihat. OB akan bekerjasama dengan LIPI untuk mengolah dan menyimpan data digital uang dihasilkan.
e) Gnomon
Semacam alat untuk mengukur tinggi sebuah bintang
f) Quadrant dan Triquerum
Alat astronomi pada zaman Copernicus.
g) Sextant
Merupakan alat pengamat benda langit yang mudah dibawa kemana-mana
h) Pesawat Universal
Adalah pesawat atau alat yang dapat digunakan untuk mengukur tinggi dan azimuth sekaligus pada sebuah bintang.
i) Pesawat Laluan
Semacam teropaong meridian tanpa skala derajat yang digunakan untuk mencatat waktu pada saat bintang mencapai kulminasi atas.
j) Lensa Galaksi
Adalah alat astronomi yang digunakan untuk melihat galaksi-galaksi yang letaknya sangat jauh dari bumi.


F. Penemuan Mutakir
        Masih Ada Planet “X” Setelah Pluto
  Sebuah planet padat yang dilapisi es diprediksikan ada di orbit yang lebih jauh dari Pluto. Objek yang terletak di kawasan Sabuk Kuiper ini secara teknis tidak disebut planet. Sesuai deferensi baru yang ditetapkan IAU, ia disebut Plutoid atau objek bulat padat setelah Neptunus. Salah satu karakter dari objek ini adalah selisih jarak orbitnya yang sangat jauh.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar