Laman

Senin, 22 Maret 2010

geologi

BAB 1
GEOLOGI
A. Pengertian Geoliogi
Geolgi merupakan ilmu yang mempelajari tentang bumi,terutama mengenai materi penyusunya,proses terjadinyahasil prose tersebut,sejarah planet bumi itudan bentuk-bentuk kehidupan sejak bumi terbentuk(jacson 1990)



B. Hubungan Geologi Dengan Geografi
Sebagai ilmu bantu sebab salah satu fenomena geosfer yang di pelajari dalam geosfer dipelajari di geografi menjadi kajian geologi yaitu litosfer.

C. Sejarah Planet Bumi
Bumi merupaka anggota tata surya,maka teori terjadinya bumi berkaitan dengan terbentuknya tata surya.ada tiga macam teoriu terjadinya bumi dan tata surya :
1. Teori kabut (kant – laplace)
Ia mengatakan bahwa,dahulul kala terdiri dari kabut gas, yang sangat banyak menyerupai bola dan amat besar sekali.Kabut ini mengalami perputaran dan suhunya mengalami penurunan sehingga semakuin berkerut semakin kecil menyebabkan gerak rotasi kabu tbertambah cepat dan kabut berbentuk cakram.karena berputarnya cepat maka terjadi pelepasan dan terjadilah palanet-planet.
2. Teori planetisimal (chamberlain dan multon)
Mengemukakan bahwa susunan matahari terjadi sesbagai salah satu bintang dan sebuah bintang lain berpapasan dengan gerak tidak jauh dari matahari mengakibatkan terjadinya pasang naik dari kedua bintang tersebut.
3. Teori pasang surut (jeans dan jafferys)
Ia mengemukakan bahwa trejasinya bumi dan planet-planet lainya berasal daro gas yang berbentuk cerutu kemudian cerutu itu mengalami pembekuan dan menjadi planet-planet.





BAB 11
STUKTUR BUMI

A. SUMBER KETERANGAN BAGIAN DALAM BUMI
1. Grafitasi Bumi
Bumi mempunyai gaya tarik sehingga semua benda yang ada dipermukaan bumi tidak melayang keruang angkasa.perbedaan grafitasi dipengaruhi oleh jari-jari bumi,perbedaan ketinggian dan densitas batuan penyusun kerak bumi.
Anomali gravitasi (penyimpangan gravitasi) yaitu selisih antara gravitasi sebenarnya/gravitsi lapangan dengan grafitasi teoritis.ada dua tipe anomali
1. Anomali grafitasi positip jiks graafitasi sebenarnya lebih besar dengan gravitasi teoritis teoritis. Ciri-cirinya : Daerah yang mengalami anomali gravitasi positif cendrung akan mengalami penurunan untuk emncapai keseimbangan sebab kelebihan beban
2. Anomali grafitasi negatif jika grafitasi sebenarnya lebih kecil gravitasi teoritis.ciri-crinya : daerah yang mengalami anomali gravitasi cendrung mengalami peningkatan untuk mencapai keseimbangan.
Ada dua hipotesis
1. Hipotesis part.Massa benua lebih tinggi dari pada dasar lauat tetapi densitas yang menyusun daerah laut lebih besar pada densitas batuan di bumi dan perbedaan perbedaan ketinggian dan dasar laut
2. Hipotesis airy.Batuan yang menyusun kerak bumi tidak sama densitasnya batuan tidak menghasilkan perbedaan ketinggian perbedaan bumi yagn sedemikian besarnya.perbedan ketinggian ketinggian permukaan bumi bukan disebabkan oleh perbedaan densitas batuan tetapi perbedaan tebal lapisan kerak bumi.

2. kemagnetan Bumi (Magnetisme)
Kemagnetan merupakan fenomena yang takdapat dipisahkan hubungan dengan arus listrik.medan maganet adalah daerah sekitar magnet yang masih terpengaruh magnet tersebut jarum kompas dalam medan magnet mempunyai kedudukan sejajar dengan garis gaya medan magnet di tempat itu.idensitas medan magnettik merupaka hasil bagi antara gaya yang dihasilkan kutub magnet dengan kekuatan kutub magnet.
3. Seismik
Seismik atau gempa mrupakan pelepasan energi dari dalam permukaan bumi akibat patahan atau peletusan gunug api maupun longsaor,maka energi tersebut akan diteruskan kesegala arah melalui materi batuan berupa perambatan batuan dalam bentuk gelombang.
Gelombang gempa ada dua macam yaitu
1. Body wafe adalah gelombang yang merambat dari dalam bumi dari pusat gempa kesegala arah .ada dua macam perambatan yaitu
gelombang longitudinal(gelombang primer) perambatanya paling cepat di catat oleh seismograf.
Gelombang transfersal (gelombang sekunder)arah getaranya tegak lurus pada arah geraknya dan kecepatanya lebih lambat.
2. Surface wafe (gelombang panjang)adalah gelombang yang merambat dari episentrum kepermukaan bumi kemudian ke merambat kesegala arah.

B. Lapisan-Lapisan Bumi
1. Kerak Bumi (Crust) merupaka lapisan yang paling luar dengan ketebalan sekitar 6-50 km.ada dua lapisan yaitu lapisan granatis yaitu terdiri dari batuan garantis dan lapisan basaltis yaitu lapisan yang terletak dibawah lapisan granatis dan tersusun dari materi basalt.
2. Selimut Bumi (Mantle) merupakan lapisan yang terletak dibawah lapisan kerak bumi.ada tiga lapisan yaitu
• Lithosfer, letaknya paling diatas dari selimut bumi,terdiri dari materi yang berwujud padat dan kaya akan silium-aluminium
• Asthennosfer yaitu lapisan dibawah litosfer yang berwujud kental kaya dengan silium,aluminum dan magnesium.
• Mesosfer yaitu lapisan lebih tebal dan berat,kaya dengan silium dan magnesium.

3. Inti Bumi (core), lapisan yang menempati paling dalam.ada dua macam yaitu
a. Inti bagian luar (outer core) berwujud cair sebab lapisan ini tidak dilalui gelombang transversal.tersusun dari materi yang kaya akan milenum,besi dan magnesium.
b. Inti bagian dalam (inner core) terjadi perubahan gelombang longitudinal dari rendah ketinggisebagai petunjuk batas antara inti bagian luar dan inti bagian dalam.

BAB III
MATERI PENYUSUN BUMI
A. Mineral
Merupakan materi penyusn bumi yang merupakan senyawa organik, tebentuk secara alami dan mempunyai sifat-sifat tertentu,mempunyai stuktur dalam yang teratur dan berbentuk kristal.
Mineral yang menyusun batuan
1. M ineral silikat =>terdiri dari satu ion silikon dikelilingi empat oksigen
2. Mineral oksida => gabungan dari unsur-usur dan oksigen
3. Mineral sulfida =>gabungan langsung antara unsur-unsur (besi,perak tembaga timah hitam,zink,air raksa) dengan belerang.
4. Mineral karbonat dan sulfat => terbe3ntuk dari persenyawaan unsur dan ion.
Bentuk fisik mineral
1. Bentuk krisatal

Sitem Karakteristik Contoh mineral

Isotermik (kubus) Tiga sumbu samapanjang dan saling tegak lurus Halit,Galena, Fluorit, Pirit, Garnet,intan
Tetragol Tiga sumbu saling tegak lurus tetapi hanya dua yang sama panjang Zirkon, Kalkopirit, Kuarsa, Kalsit,Taurmalin
Heksagonal Tiga sumbu sama panjang dan sumbu kempat tegak lurus padanya. Kuarsa, Kalsit, Taurmalin
ortorombik Tiga sumbu sama panjang tetapi tidak saling tegak lurus Barit,belerang, topaz
monokliniktiga sumbu air sama panjang Tiga sumbu tidak sama panjang dua sumbu saling tegak lurus Gypsum,Ortoklas,Augit,
Hernblede
Triklinik Tiga sumbu tidak sama panjang tidak ada yang tegak lurus
Plagioklas

2. Hardness (kekerasan mineral), kekerasan mineral diperoleh dengan membandingkan tingkat kekerasan mineral suatu standar yang telah disusun oleh mohs yang dikenal sebagai skala mohs.
3. Cleavage ( bidang belah) belahan adalah tendensi mineral membelah ppada bidang-bidang tertentu.
4. Specific graviti (berat jenis)
5. Fracture (pecahan)
6. Colour/warna mineral merupakan kenampakan secara kesluruhan.
7. Streak /corets warna mineral yang dihaluskan menjadi serbuk.
8. Luster/kilap.ada tiga macam yaitu :
 Metallic, memantulkan cahaya seperti logam,misalnya pyrit,kalkopirit gelena
 Sub-metallic,membantu cahaya antara non metalic dan metallic.
 Non metalic, ada beberapa cara untuk menggembarkan kenampakan non metallic : vitreous(seperti kaca misalnya kuarsa),resinous (seprti damar,misalnyasphalerit),greasy (kotor seperti permukaan berlemak,misalnya nafelin), pearly (sperti mutiara,misalnya talk).
9. lain-lain,misalnya tenacity (sifat kohesif yang dapat dilihat dari mudah tidaknya ditempa,dibengkokan),taste (rasa),touch (rasa waktu disentuh)sifat kemagnetan,sifat kelistrikan,bau,radioaktifitas.

B. Batuan
Batuan adalah bahan alamiah yang menyusun bumi.ada tiga kelompok batuan yaitu :
 Batuan Beku (igneous rocks)
Batuan beku adalah batuan yang terbentuknya dari pembekuan magma.
Berdasarkan uuranya betuan dapat dibedakan atas :
• Tabular pluton adalah batuan beku dalam yang pipih dan ukuranya relatif kecil,biasanya dekat dengan permukaan bumi.ada dua macam yaitu :
 Sill,tabular pluton yang selaras dengan batuan sekitarnya.
 Dike,tabular pluton yang letaknya tidakv selaras/discodrat atau memotong batuan disekitarnya

• Masssive pluton batuan beku dalam yang pejal/massive,ukurannya relatif besar dan letaknya lebih dalam.dapat di bedakan menjadi dua yaitu :
 Loccalith (yunani : lakko = cistern/tempat cadangan air,lithos =stone/batu) taitu massive pluton yang letaknya selaras dengan batuan sekitar sehingga dapat di tafsirkan ketika memasuki lapisan tersebut mengalir secara berlahan-lahan lewat retakan batuan.
 Batholith (bathos = deep) yaitu massive pluto yang letaknya discondrat dengan lapisan di sekitarnya.
Tekstur batuan beku adalah kenampakan dari butir-butir mineral penyusun batuan ada yang kasar ada yang halus.dapat dibedakan menjadi :
• Tekstur paneritik atau tekstur kasar (granular), yaitu tekstur batuan beku yang terdiri dari kristal-kristal mineral agak besar (. 0,5 mm) dapat diamati dengan mata telanjang.
• Tektur apanitik atau tektur halus (felsifik) yaitu tekstur bakuan beku yang terdiri dari kristal-kristal mineral halus(≤ 5 mm) sehingga sulit di lihat kristal-kristalnya dengan mata telanjang.
• Tektur glassy (hyalin) tekstur batuan dimana mineral-mineral penyusun tidak mengkristal,semuanya berupa massa amorf
• Tekstur parfirik, yaitu tektur batuan beku dimana terdapat kristal-kristal besar/kasar dalam massa yang kristalnya halus atau massa amorf.
Klasifikasi batuan beku berdasarkan warna
o Batuan beku warna terang biasanya tersusun dari mineral-mineral ringan yang kaya silikat,rendah ferromagnesia dan bersifat asam.
o Batuan beku berwarna gelap biasanya tersusun dari mineral-mineral berat yang kaya ferromagnesia,kandungan silikat rendah dan bersifat basah

 Batuan Sedimen
Batuan sedimen adalah batuan yang terjadi karena pengendapan materi hasil erosi atau pelarutan.berdasarkan tenagha yang mengangkut hasil pelapukan/erosi dapat di golongkan sebagai berikut :
 Sedimen aquatis yaitu sedimen yang diendapkabn oleh tenaga air.cthnya gosong pasir,palin,natural levee,aluvial fan,delta
 Sedimen aeolis/aeris yaitu sedimen yang diendapkan oleh tenaga angin.cthnya: sand dunes,tanah loss
 Sedimen glasial yaitu sedimen yang diangkot oleh tenaga glatser.cthnya : morena,drumline.
Berdasarkan cara pengendapanya :
a. batuan sedimen klastik/mekanik/fisik (klastic = lepas-lepas) yaitu batuan sedimen yang diendapkan dalam bentuk bahan-bahan padat hasil pelapukan dan erosi kemudian mengalami sedimentasi dann litifikasi menjadi batuan sedimen.
b. Batuan sedimen kimiawi yaitu batuan sedimen yang diendapkan secara kimiawi.
c. Batuansedimen organik yaitu batuan sedimen yang berasal dari pengendapan sisa-sisa organisme seperti batu bara,endapan deatomeae dan karang.

 Batuan Matamorf (metamorphic rock)
Batuan metamorf adalah batauan yang mengalami perubahan,asalnya dari batuan yan g sudah ada baik batuan beku maupun batuan sedimen
Penyebab dari metamorfosis pada intinya adalah tekanan tinggi atau temperatur tinggi.tekan merupakan faktor pen ting dalam proses metamorfosis ada dua tipe tekanan yaitu :
1. Tekanan statis yaitu tekanan yang disebabkan oleh berat batuan yang ada diatasnya.
2. Tekanan dinamis yaitu tekana yang dihasilkan oleh gerak-gerak kerak bumi/tektonisme.
Proses-proses metamorfosis dapat dikelompokan sebagai berikut :
• Goethermal alterasi yaitu metamorfosis sebagai akibat naiknya temperatur di tempat yang dalam.
• Hidroternal alterasi yaitu metamorfossi yang disebabkan oleh cairan panas atau air tanah yang mengalami pemanasan.
• Pneumatholys mirip dengan hidrothermal tetapi tenaga pengubahnya adalah gas panas.komposisi batuan mengalami perubahan sehingga menghasilkan batuan yang lain dari batuan asalnya.
• Metamorfosis sentuhan (contact metamorphim) yaitu metamorfosis terjadi akibat magma bersentuhan dengan batuan.
• Dinamo metamorfosis (dinamich metamorphim) yaitu metamorfosis terjadi karena tekanan tinggi yang dihasilkan oleh gerak-gerak kerak bumi.
• Metasomatisme yaitu metamorfosis karena tercampurnya magma dengan batuan membentuk mineral-mineral baru.




BAB 1V
PROSES-PROSES GEOLOGI
A. Teori-Teori Tektonisme
Teori Tektonik Lempeng (bahasa Inggris: Plate Tectonics) adalah teori dalam bidang geologi yang dikembangkan untuk memberi penjelasan terhadap adanya bukti-bukti pergerakan skala besar yang dilakukan oleh litosfer bumi. Teori ini telah mencakup dan juga menggantikan Teori Pergeseran Benua yang lebih dahulu dikemukakan pada paruh pertama abad ke-20 dan konsep seafloor spreading yang dikembangkan pada tahun 1960-an.Bagian terluar dari interior bumi terbentuk dari dua lapisan. Di bagian atas terdapat litosfer yang terdiri atas kerak dan bagian teratas mantel bumi yang kaku dan padat. Di bawah lapisan litosfer terdapat astenosfer yang berbentuk padat tetapi bisa mengalir seperti cairan dengan sangat lambat dan dalam skala waktu geologis yang sangat lama karena viskositas dan kekuatan geser (shear strength) yang rendah. Lebih dalam lagi, bagian mantel di bawah astenosfer sifatnya menjadi lebih kaku lagi. Penyebabnya bukanlah suhu yang lebih dingin, melainkan tekanan yang tinggi.
Tiga jenis batas lempeng adalah:
1. Batas transform (transform boundaries) terjadi jika lempeng bergerak dan mengalami gesekan satu sama lain secara menyamping di sepanjang sesar transform (transform fault). Gerakan relatif kedua lempeng bisa sinistral (ke kiri di sisi yang berlawanan dengan pengamat) ataupun dekstral (ke kanan di sisi yang berlawanan dengan pengamat). Contoh sesar jenis ini adalah Sesar San Andreas di California.
2. Batas divergen/konstruktif (divergent/constructive boundaries) terjadi ketika dua lempeng bergerak menjauh satu sama lain. Mid-oceanic ridge dan zona retakan (rifting) yang aktif adalah contoh batas divergen
3. Batas konvergen/destruktif (convergent/destructive boundaries) terjadi jika kedua lempeng bergesekan mendekati satu sama lain sehingga membentuk zona subduksi jika salah satu lempeng bergerak di bawah yang lain, atau tabrakan benua (continental collision) jika kedua lempeng mengandung kerak benua. Palung laut yang dalam biasanya berada di zona subduksi, di mana potongan lempeng yang terhunjam mengandung banyak bersifat hidrat (mengandung air), sehingga kandungan air ini dilepaskan saat pemanasan terjadi bercampur dengan mantel dan menyebabkan pencairan sehingga menyebabkan aktivitas vulkanik. Contoh kasus ini dapat kita lihat di Pegunungan Andes di Amerika Selatan dan busur pulau Jepang (Japanese island arc).



B. Stuktur Diastropik
Pelengkungan (warping)
Pelipatan (folding).ada beberapa tipe lipatan yaitu
a) Monoklin : lengkungan yang menghubungkan dua dataran
b) Lipatan sestematis
c) Lipatan asimetris
d) Lipatan miring
e) Lipatan isolklin
f) Lipatann rebahan
Retakan (jointing)
Patahanatan atau sesan (faulting)
Strike slip fault yaitu patahan yang gerakanya horisontal dengan arah berlawanan
Dip-slip fault yaitu patahan yang gerakanya sepanjang bidang patahan yang miring
Rotation fault yaitu patahan yang gerakanya memutar pada bidang patahan
Oblique slip fault yaitu patahan yang gerakanya mendatar dan saling menjauhi

C. Gempa Bumi
Gempa bumi dibedakan menjadi 3 macam :
a. Gempa tektonik yaitu gempa yang terjadi karena pergeseran kerak bumi atau akibat peristiwa tektonisme.
b. Gempa vulkanik yaitu gempa yang terjadi karena aktivitas vulkanisme baik sebelum atau sesudah terjadi letusan gunung api
c. Gempa terban/runtuhan yaitu gempa yang disebabkan oleh longsor atau run tuhnya atap gua bawah tanah atau lubang lubang tambang
Getaran hiposentrum ada dua macam yaitu :
o gelombang longitudinal,
o gelombang transversal
Makroseime adalah daerah di sekitar episentrum yang terhebat mengalami kerusakan.garis-garis yang menghubungkan tempat-tempat dimana getaran yang pertama itu terasa pada waktu yang sama itu disebut homoseisme.alat pencatat gempa adalah seismograf .macam-macam seismograf yaitu : Seismograf horisontal dan seismograf vertikal.
D. Vulkanisme
Vulkanisme yaitu peristiwa yang berhubungan dengan naiknya magma dari dalam perut bumi. Vulkanisme di tandai oleh aktivitas magma yang menyusup ke litosfer(kulit bumi). Penyusupan magma sebatas kulit bumi bagian dalam di namakan intrusi magma. Penyusupan magma sampai permukaan bumi di sebut ekstrusi magma.
Intrusi magma di bedakan menjadi:
• Intrusi datar yaitu magma menyusup di antara dua lapisan batuan mendatar dan paralel dengan lapisan batuan tersebut.
• Lakolit yaitu magma yang menerobos di antara lapisan bumi paling atas.
• Gang(korok) yaitu batuan hasil intrusi magma yang menyusup dan membeku di sela lipatan.
• Diaterma yaitu lubang di antara dapur magma dan kepundan gunung berapi terbentuk seperti silinder memanjang.
Terdapat 2 gerakan magma yaitu intrusi dan ekstrusi
a. Intrusi magmaMerupakan proses penerobosan magma melalui rekahan-rekahan dan celah pada lapisan batuan pembentuk litosfer, tetapi tiadak sampai keluar permukaan bumi.
b. Ekstrusi MagmaMerupakan proses keluarnya magma ke permukaan bumi. Ada 2 cara proses keluarnya magma ke permukaan bumi yaitu meleleh dan mendesak
1. Meleleh (erupsi efusif) melalui retakan-retakan pada badan gunung api
2. Mendesak tubuh gunung api (erupsi eksplosif) sehingga menghancurkan badan gunung api
Gunung api adalah tempat di permukaan bumi yang pernah atau masih mengeluarkan magma. Dilihat dari bentuk dan terjadinya, ada 3 macam gunung api, yakni :
1. Gunung Api Maar Bentuknya seperti danau kecil (danau kawah). Terjadi karena adanya letusan gunung yang bersifat eksplosif, namun tidak terlalu kuat dan hanya terjadi sekali. Contoh Gunung Lamongan di Jawa Timur.
2. Gunung Api Kerucut (Strato) Bentuknya seperti kerucut. Terjadi karena letusan (eksplosif) dan lelehan(efusif) secara bergantian sehingga membentuk lapiasan-lapisan badan gunung. Jenis gunung api ini merupakan yang terbanyak di Indonesia. Contoh Gunung Merapi di Jawa Tengah
3. Gunung Api Perisai (Tameng)Bentuknya seperti perisai. Terjadi karena lelehan maupun cairan yang keluar dan membentuk lereng yang sangat landai, serta bahan yang dikeluarkan berupa lava yang sangat cair. Contoh gunung api di Kepulauan Hawai
E. Macam-Macam Erupsi
Erupsi atau letusan gunung api terjadi apabila tenaga gas dari dapur magma mampu menobrak batuan penyusun kerak bumi.keksplosifan erupsi tergantung pada :
Kedalaman dapur magma yang berkaitan dengan folume gas didalam dapur magma.makin dalam dapur makin besar volumegasnya dan semakin besar tenaga pendobraknya sehingga semakin eksplosif
Sifat magma yang berkaitan dengan kekentalan magma.
Berdasarkan bentuk dan lokasi kepundan tempat keluarnya magma,erupsi dapat dibedakan atas :
Erupsi celah adalah erupsi yang tidak melaui lubang kepundan gunung api melainkan mengalirn keluar melalui retakan –retakan batuan.
Erupsi puncak erupsi yang melalui pipa kepundan gunung api
Bedasarkan penyebabnya erupsi dibedakan menjadi :
Erupsi magma
Erupsi hidro
Erupsi preatik
Erupsi preato-magmatik
F. Pelapukan
• pelapukan Fisik.
Pada proses ini batuan akan mengalami perubahan fisik baik bentuk maupun ukurannya. Batuan yang besar menjadi kecil dan yang kecil menjadi halus. Pelapukan ini di sebut juga pelapukan mekanik karena proses berlangsungnya secara mekanik. Penyebab terjadinya yaitu :
o Adanya perbedaan temparatur yang tinggi
o Pembekuan air di dalam batuan
o Berubahnya air garam menjadi kristal.
• Pelapukan Kimia
Pada pelapukan ini batu-batuan mengalami perubahan kimiawi yang umumnya berupa pelarutan.

G. Erosi dan Sedimentasi
Erosi atau pengikisan di pengaruhi oleh factor curah hujan, tutupan vegetasi, keadaan tanah,topografi dan manusia. Pengikisan yang terjadi menyebabkan materi tanah terlarut hingga akhirnya tanah kehilangan unsure haranya. Akibatnya tanah akan kehilangan kesuburanya.
 Erosi oleh tenaga air
Air yang mengalir menimbulkan gesekaan terhadap tanah dan batuan yang di laluinya. Gesekan akan semakin besar jika kecepatan dan jumlah air semakin besar. Kecepatan air juga akan semakin besar jika gradient(kemiringan) lahan juga besar. Gesekan antara air dengan tanah atau batuan di dasar sungai dan gesekan antara benda-benda padat yang terangkat air oleh tanah atau batuan di bawahnya dapat menyebabkan terjadinya pengikisan. Pengikisan oleh air sungai yang terjadi secara terus menerus dapat menyebabkan terbentuknya lembah, jurang atau ngarai, aliran deras dan air terjun.

 Erosi oleh air laut
Erosi oleh air laut merupakan pengikisan di pantai oleh pukulan gelombang laut yang terjadi secara terus menerus terhadap dinding pantai. Bentang alam yang di akibatkan oleh erosi air laut antara lain cliff(tebing terjal), notch(takik), gua di pantai, wafe cut platform (pungung yang terpotong gelombang), tanjung dan



 Erosi oleh angin
Pengikisan oleh angin banyak terjadi di daerah gurun atau di daerah yang beriklim kering. Jika angina dan pasir mengikis batu-batuan yang di laluinya maka akan membentuk batu cendawan di gunug pasir.
Proses pelapukan dan erosi menghasilkan materi yang bias terangkut oleh aliran air maupun kekuatan angina. Material tersebut dapat berupa pasir, lumpur, maupun tanah yang kemudian mengendap di suatu tempat sesuai dengan karakteristik pengangkutnya. Proses seperti inilah yang turut membentuk muka bumi. Bentang alam yang terbentuk antara lain delta, kipas alluvial, tanggul alam, dataran banjir, meander.

H. Epirogenesis
Epirogenesis adalah gerak yang dapat menimbulkan permukaan bumi seolah turun atau naik karena gerakan di bumi yang lambat dan meliputi daerah yang luas. Epirogenesis di bedakan menjadi dua yaitu:
 Epirogenesis positif adalah gerakan permukaan bumi turun dan seolah-olah permukaan air laut naik. Contoh turunya pulau-pulau di kawasan Indonesia Timur( kepulauan maluku dan kepulauan banda).
 Epirogenesis negative adalah gerakan permukaan bumi seolah-olah permukaan bumi naik dan permukaan air turun.


I. Orogenesis
Orogenesis adalah gerak yang dapat menimbulkan lipatan, patahan, dan retakan.penyebabnya karena gerakan dalam bumi yang besar dan meliputi daerah yang sempit serta berlangsung dalam waktu yang singkat. Sedangkan tektogenesis adalah tenaga yang berasal dari kulit bumi yang menyebabkan perubahan lapisan permukaan bumi baik mendatar maupun vertical.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar